ARTIKELBERITA

NAPAK TILAS 54 TAHUN YAPIS IKHLAS BERKARYA DI TANAH PAPUA

54 tahun Yapis telah ada dan berkarya untuk Papua. Kehadirannya pasti memberikan dampak bagi sekitar. Selain itu, meski jalan Panjang telah dilalui, tak bisa dipungkiri, jalan terjal pasti terpampang di depan.

Nah untuk mengetahui dampak yang telah diberikan Yapis, juga untuk menganalisis tantangan kedepan, Tim Buletin Medina telah melakukan wawancara dengan berbagai pihak

Meski telah malang-melintang lebih dari setengah abad, YAPIS tetap harus bersiap menghadapi tantangan dan berupaya memanfaatkan peluang kedepan. Ini mutlak sehingga, visi YAPIS untuk “membangun generasi emas Indonesia dari Papua” dapat terwujud.

YAPIS juga senantiasa harus mengevaluasi diri dan menggali sejauh mana kebermanfaatannya telah dirasakan oleh masayarakat sekitar.

Hal inilah kemudian akan digunakan untuk Menyusun Langkah kedepan, meningkatkan kebermanfaatan dan memberikan terbaik sebagai pengejawantahan “rahmatan Lil Aalamiin”, rahmat bagi sekalian alam

Untuk itu, tim telah melakukan wawancara ekslusif dengan berbagai pihak. Antara lain perwakilan masyarakat, pemerintah dan Pembina.

Terdapat tiga Tokoh yang diwawancarai. Yaitu:

  1. Ketua Dewan Pembina YAPIS di Tanah Papua, Abah Muhammad Thoha Al-Hamid. Lelaki yang yang sangat dikenal sebagai tokoh Pergerakan di Tanah Papua ini, memberikan banyak pendapat, masukan dan menyuntikan semangat kepada seluruh Warga Yapis di Tanah Papua.
  2. Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisay Rollo, SH, MH. Lelaki yang akrab di sapa ABR tersebut merupakan tokoh adat di Tanah Papua. Dia adalah Ondoafi Tanah Tabi yang kini dikenal sebagai Jayapura. Kesempatannya ini juga digunakannya untuk bernostalgia dengan Yapis, karena ternyata, dirinya adalah Alumni dari YAPIS,
  3. Kepala Bagian Tata Usaha, Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Drs. Syamsuddin, MM. Pak Syam, memberikan pandangan dan membuka wawasan kita semua tentang pendidikan. Dirinya juga banyak memberikan aprwsiasi dan harapan atas perjuangan Yapis sebagai salah satu Yayasan Pelopor Pendidikan di Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *