ARTIKELBERITA

Peran YAPIS dalam Pandangan Masyarakat

Menurut pandangan Bapak,  bagimana kiprah yang dilakukan Yapis di Tanah Papua ini, khususnya Kota Jayapura?

Setelah berdiri selama 54 tahun di Papua, khususnya di Kota Jayapura, Yapis telah banyak memberi manfaat bagi masyarakat sekitar tentang pendidikan. Yapis telah menunjukan bahwa mereka berdiri bukan untuk satu golongan, tetapi Yapis dia berdiri untuk semua. Siapa saja boleh bersekolah hingga berkuliah di Yapis.

Jadi Yapis ini sangat memberikan manfaat bagi masyarakat tanah papua, lebih khusus di Kota Jayapura.

Dia sudah merangkul semua golongan, dan kita tidak boleh membeda-bedakan dalam pelayanan pendidikan di Yapis. Yapis sudah banhak berkarya untuk tanah Papua dan bahkan saya yakin banyak dari pejabat-pejabat juga merupakan lulusan, baik sekolahnya maupun kuliahnya di Yapis.

Apa yang masih perlu dibenahi Yapis kedepan?

Yang perlu dibenahi itu, kita menjaga sehingga jangan sampai terjadi perbedaan berdasar SARA. Yapis itu berada di Kota Jayapura itu harus terus merangkul semua yang ingin merasakan pendidikan disini. Dan saya sendiri akhirnya S2-nya di Yapis.

Saya berterimakasih kepada Yapis yang telah 54 tahun berkarya di Tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura. Karena Yapis, banyak anak-anak kami yang mendapat pendidikan yang layak dan berkualitas.

Bagaimana pendapat Bapak terkait interaksi sosial-budaya yang dilakukan Yapis?

Yapis sudah menunjukan diri merangkul semua golongan, tidak membeda-bedakan. Dan itu sudah ditunjukan dari dulu-dulu bahkan oleh pengurus atau dosen sejak dulu. Dan dalam konteks budaya, Yapis harus menunjukan budaya Papua.

Sejauh mana Bapak melihat peran yang sudah dilaksanakan oleh Yapis?

Yapis sudah memiliki banyak UPT. Di Kota Jayapura sendiri kalau sudah lebih dari 20 sekolah, itu sudah pasti sangat membantu dalam pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan masyarakat Papua. Karena itu, saya sangat memberikan apresiasi kepada Yapis. Terkait akses, saya melihat Yapis sudah memberikan akses yang sama kepada masyarakat lokal. Saya pernah memberikan kuliah umum di Yapis, dan disitu, saya lihat mahasiswanya banyak dari masyarakat Papua. Itu maksud saya, persoalan agama itu lain, tapi persoalan pendidikan, semua harus punya akses yang sama. Baik kamu itu Islam, Kristen, orang Papua maupun Non Papua, semua harus sama.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *